Buku dan pensil adalah peralatan sekolah

Diposting pada: 2014-03-05, oleh : Admin, Kategori: Tanpa Kategori

Pensil, Penghapus, dan Buku - Apakah maksud dari 3 benda ini?

 
Kehidupan kita sehari-hari dipenuhi dengan berbagai macam benda-benda atau peralatan-peralatan, yang mana itu semua mendukung aktivitas kita sehari-hari. Perkataan orang awam ini mungkin ada benarnya kita cermati lebih dalam, bahwa setiap alat pendukung berguna bagi setiap orang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.



Dari hal inilah timbul niat saya untuk mengangkat tema tentang "alat pendukung". Tetapi alat pendukung yang dimaksud bukan secara harafiah kita bisa lihat dan pegang. 


Usia Dini Mengenalkan Kita Kepada Benda "Pensil, Penghapus, dan Buku"

 

Bila kita ingat-ingat waktu kita menjadi seorang murid TK atau SD, kita selalu diajarkan untuk menggunakan "Pencil, Penghapus, dan Buku" sebagai alat pendukung pertama kita di sekolah. Aktivitas belajar, mengerjakan pekerjaan sekolah, tugas-tugas, dan pekerjaan rumah akan selalu berkaitan dengan  3 benda ini.
Sampai usia kita beranjak dewasa dan tua pun kita pasti akan selalu menggunakan 3 benda ini. Bisa dikatakan, hidup kita tidak terlepas dari ketiga benda ini. 



Terlepas dari makna secara harafiah mengenai pensil, penghapus, dan buku - Apakah keterkaitan 3 benda ini terhadap hidup kita?


Disini saya mau berbagi ide mengenai karakter kita, yang mana kita bisa menjadi si pensil, penghapus, dan buku.


PENSIL: Sudut Pandang Orang Pertama

 

Kata AKU yang berarti saya, atau bisa dikatakan sudut pandang orang pertama adalah karakter dasar manusia. Dimana kita mengenal nama kita, sifat kita, hobby kita, dan hal lain yang berhubungan dengan diri kita masing-masing. 



Menurut Wikipedia,

 

Pensil adalah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Penulisan dilakukan dengan menggoreskan grafit tersebut ke atas media. Namun grafit murni cenderung mudah patah, terlalu lembut, memberikan efek kotor saat media bergesekan dengan tangan, dan mengotori tangan saat dipegang. Karena itu kemudian diciptakan campuran grafit dengan tanah liat agar komposisinya lebih keras. Selanjutnya komposisi campuran ini dibalut dengan kertas atau kayu.
 
Dengan penjelasan diatas, pensil adalah diri kita. Dimana kita dapat menulis di manapun sesuai dengan bidang yang kita inginkan. Kita dapat "menulis" perbuatan kita, perkataan kita, dan bahkan perasaan kita di benak orang lain. Sehingga kata "tulis" dapat menjadi "tulisan baik" atau "tulisan buruk" tergantung bagaimana dan apa yang kita tuliskan. Apapun yang kita tulis pasti akan melekat di pikiran dan perasaan setiap individu yang kita temui sehari-hari. Sehingga perkataan orang awam yang mengatakan "pikir dahulu baru bertindak" sangat relevan dengan penjelasan saya ini.
 
PENGHAPUS: Sudut Pandang Orang Kedua
 
Kata KAMU yang bisa diganti dengan kata anda, engkau, atau bisa dikatakan sudut pandang orang kedua adalah karakter setiap pribadi dalam "menerjemahkan" orang lain. Mengenal namamu, sifatmu, hobbymu, dan perihal lainnya yang terkait erat dengan pribadi di luar dari diri kita masing-masing. 
 

Menurut Wikipedia,


 

Penghapus (juga disebut setip) merupakan salah satu perlengkapan alat tulis yang merupakan karet lembut yang mampu menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil.
Sebuah penghapus.
Penghapus kenyal seperti karet, dan seringkali bewarna putih atau hitam (walaupun ditemukan juga coklat atau merah jambu untuk memperindah penampilan sesuai pemanfaatan teknologi). Terdapat pensil yang dilengkapi dengan penghapus di ujungnya. Penghapus mahal mungkin mempunyai bahan vinyl atau plastiksebagai tambahan kepada karet.
Penghapus juga merujuk kepada penghapus pada papan tulis seperti papan hitam atau papan putih. Penghapus papan hitam tradisional merupakan blok kayu berbentuk persegi panjang yang dibuat dari kain berbahan wol.
 
Sesuai dengan uraian diatas, penghapus adalah karakter orang lain. Dimana setiap orang mempunyai hak untuk melakukan apapun sesuai dengan kehendak dan pikiran mereka masing-masing asalkan mereka berani menanggung segala kondisi dan berani bertanggung jawab dari apa yang mereka perbuat. Terkait dengan pensil tadi, dimana kita asumsikan bahwa kita telah menulis hal baik dan menulis hal buruk kepada orang lain. Otomatis si penerima atau lawan bicara kita mempunyai kebebasan dalam mengambil sikap. Sehingga kata "penghapus" dapat digunakan oleh si penerima, karena ia dapat mengambil sikap untuk "menghapus pikiran negatif" lawan bicara atau "menghapus hal baik" yang sudah diberikan dari lawan bicaranya. 
Perkataan orang awam yang mengatakan "Tidak selalu perkataan orang lain harus kita ikuti, ambil kata-kata yang menurut anda baik dan buang jauh kata-kata yang menurut anda tidak baik". 
Jadilah seorang yang bijaksana dalam "menghapus" hal-hal yang sudah kita terima dari orang lain.
 
BUKU: Sudut Pandang Orang Ketiga
 
Kata MEREKA, beliau, dia mungkin kita sering dengar di kehidupan sehari-hari. Dimana kita dengan mudahnya menilai orang lain baik itu untuk hal yang positif maupun hal yang negatif. Pernyataan ini seperti halnya kita dalam membaca "buku". Kita sering menilai buku yang ini lebih baik daripada buku yang itu. Tetapi di sisi lain orang lain berpendapat sebaliknya tentang buku yang kita baca tersebut.  Mengenal nama kalian, sifat mereka, hobby mereka, dan kita akan tetap selalu mencari dan menilai tentang apapun yang terjadi di luar dari diri kita, kelompok kita dan bahkan masyarakat pada umumnya.
 
Menurut Wikipedia,
 
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e(buku elektronik), yang mengandalkan komputer dan Internet (jika aksesnya online). 
 
 
Buku, buku, dan buku itulah perkataan dari seorang yang gemar membaca. Buku itu dapat kita nikmati dengan membeli, mengunduh, atau sekedar meminjam dari teman atau perpusatakaan. "Buku adalah Jendela Dunia", kata ini sering kita dengar di kehidupan kita sehari-hari. Pernyataan tersebut menurut saya benar adanya. Karena dari buku kita tahu apa yang sebelumnya kita belum ketahui dan dari buku kita bisa belajar apapun sesuai dengan minat kita. Di sisi lain kita juga pernah menjumpai orang yang suka memberikan kritik, sindiran, pesan, masukan, saran, dan istilah-istilah lain yang berhubungan dengan buku.
 
Pada hidup kita sehari-hari, pasti kita pernah memperhatikan orang lain yang sedang adu mulut atau sekedar berdebat satu sama lain. Kita sedang berproses dalam "membaca buku kehidupan". Kita "membaca buku kehidupan" atau bisa dikatakan membaca situasi, membaca karakter orang lain, dan membaca mana yang benar mana yang salah.
 
Sehingga bila kita ingin semakin dewasa dan menjadi lebih baik, libatkan diri kita di dalam suatu komunitas, kepanitiaan, dan hal-hal yang berhubungan dengan banyak orang. Disanalah kita semua dapat menemukan "buku" yang sesuai untuk kita pelajari dan dapat juga dijadikan sebagai referensi kita untuk pengembangan diri kita masing-masing. 
 
PENSIL, PENGHAPUS, DAN BUKU - Pilihan Di Tangan ANDA
 
Bila kita ingin menjadi seorang "pensil", jadilah pensil yang dapat membuat orang lain menjadi senang, penuh semangat, pantang menyerah, dan hal-hal positif lainnya yang berguna bagi orang lain. Walaupun memang kita memang bukan seseorang yang sempurna tapi belajarlah untuk menjadi "pensil pembawa berkat" bagi sesama kita.
 
Bila kita ingin menjadi seorang "penghapus", jadilah penghapus yang dapat menghapus pikiran-pikiran dan prasangka buruk kepada orang lain. Karena bila kita tepat dalam menghapus kita dapat membuat orang lain menjadi bahagia dan nyaman. Maaf, melupakan, dan mengacuhkan mungkin bisa menjadi salah satu alternatif kita untuk mulai menghapus apa yang kita harus hapus dari pikiran dan perasaaan kita. Tanamkan pada diri kita untuk selalu menjadi "penghapus pembawa damai" dalam kondisi apapun. 
 
Bila kita ingin menjadi seorang "buku", jadilah buku referensi terbaik bagi orang lain. Bangunlah karakter yang kokoh dan lakukan banyak perbuatan kasih bila kita berinteraksi dengan orang lain. Kita semua ini adalah buku-buku yang tak ternilai harganya karena kita semua ini memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing yang mana bisa dijadikan pedoman bagi orang lain. Untuk itu perbaharuilah "buku pembawa pedoman" dimanapun kita berada. 
 
Selamat Memilih dan Jadilah Sesuai dengan Apa yang Anda inginkan. 
 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini