Sejarah

SMP Patra Dharma 1 Balikpapan terletak di tengah perkotaan dibangun tahun 1976 dengan program PT. Pertamina Reveneri Unit V Balikpapan dibawah naungan Yaktapena yang diperuntukkan bagi anak karyawan PT. Pertamina Lokasi Gunung Pipa dan sekitarnya namun  seiring dengan  perkembangan jaman dan perubahan kebijakan dilingkungan perminyakan, tahun 2004 berubah menjadi Yayasan Patra Dharma Mandiri. Dengan adanya perubahan kebijakan tersebut Yayasan ini mengelola sekolah secara mandiri.

Kondisi ini memungkinan sekolah dapat menerima siswa diluar dari anak karyawan PT. Pertamina. Siswa-siswi rata-rata berasal dari keluarga dengan ekonomi mapan dan masyarakat intelektual. untuk saat ini didaerah tersebut ada 2 SD Swasta, 2 SD Negeri, dan 2 Taman kanak – kanak, SMP Patra Dharma 1 terletak pada daerah pemukiman Karyawan PT. Pertamina yang teratur dan tertata rapi. Serta berada pada daerah yang sangat aman. Sehingga memungkinkan adanya jaminan keamanan dan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Masyarakatnya rata-rata berpendidikan di atas SMA sehingga memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pendidikan. Hal ini didukung dengan tingkat ekonomi yang sangat mapan.

Saat ini perkembangan Teknologi Informasi di Balikpapan cukup pesat bahkan di SMP Patra Dharma 1 Siswa maupun Dewan Guru dan Staf TU harus bisa komputer dan Internet, hal ini untuk mendorong SMP Patra Dharma 1 Balikpapan untuk lebih bersaing dalam perkembangan IPTEK.

Disisi lain kebijakan pemerintah Daerah Kota Balikpapan  di bidang pendidikan yang memberikan otonomi dan peluang anggaran serta kebijakan pemerintah Kota  yang mengalokasikan anggaran  20%, memacu sekolah untuk berinovasi sehingga dapat meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik dengan budaya sekolah yang berkarakter santun, terampil dan cerdas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Walaupun kebijakan sekolah gratis dari pemerintah kota, diperkirakan menghambat penggalian dana sekolah yang bersiswa 250 orang, dengan rombel 9 di atas lahan 1930 m2. Semua menjadi tantangan yang memacu sekolah ini untuk terus maju.

 

Kondisi Ideal

Proses belajar mengajar memakai pendekatan pembelajaran CTL dengan Kurikulum SMP Negeri/ Swasta sehingga memudahkan guru untuk menyampaikan pembelajaran, namun baru 75% guru dapat melaksanakan dengan baik. Perangkat Kurikulum yang dimilki adalah Dokumen I, Dokumen II yang terdiri atas Silabus dan RPP setiap mata pelajaran.

Untuk Muatan Lokal dan Pengembangan Diri sudah dilaksanakan dengan baik. Sistem evaluasi sudah bervariasi untuk mata pelajaran yang di UN kan, sedangkan mata pelajaran lain belum sepenuhnya mengikuti evaluasi pada KTSP. Tingkat kelulusan pada tahun  2009/2010 100.% dengan rata-rata nilai 76,80 dengan Nilai UN tertinggi Mata Pelajaran Bahasa Inggris 9.40, Bahasa Indonesia 9,80 dan Matematika 9,25 dan IPA 8,75. Untuk siswa baru nilai terendah dengan bobot 68,35 dan bobot tertinggi yang diterima 93,65. Namun masih terdapat anak yang putus sekolah sekitar 2 % karena orang tua tidak mampu/harus bekerja.

Dilihat dari sisi kualifikasi tenaga pendidik saat ini 98% jenjang Strata 1 (S-1) sisanya 2% D3. Kepala Sekolah dan beberapa guru telah mengikuti pelatihan, sertifikasi guru ( 2010 ).

Tenaga Tata Usaha 100% Pegawai YPDM, begitu juga tenaga perpustakaan 1 orang, namun belum memiliki kualifikasi sebagai pustakawan. tenaga laboran belum ada, namun masih menggunakan tenaga guru IPA.

Sarana dan prasarana di setiap ruang cukup memadai, khusus untuk perpustakaan belum dilengkapi dengan referensi dan buku paket terkini, rasio buku dengan siswa 1 : 1. Media pengajaran masih terbatas, belum memiliki multimedia yang memadai.

Manajemen yang dilaksanakan oleh sekolah adalah MBS yang tertera dalam RKS Sekolah Tahun 2010/2011 yang ditunjukkan dengan adanya pembagian tugas antara Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Bendahara, urusan Kurikulum, urusan Kesiswaan, urusan Humas, Guru, Pengelola Lab, Pengelola Perpustakaan, Petugas Musholla, Penanggung jawab Program sekolah, tenaga TU, dan Penjaga sekolah dengan melibatkan partisipasi Komite Sekolah dalam perencanaan. Semua telah tertuang dalam SK pembagian tugas di sekolah.

Operasional sekolah dibiayai melalui dana rutin BOS Rp. 141.650.000, Subsidi Pemda/BOSDA Rp. 184.708.000 dengan total anggaran yang relatif kecil.